{"id":1301,"date":"2009-11-02T13:33:04","date_gmt":"2009-11-02T15:33:04","guid":{"rendered":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/?p=1301"},"modified":"2018-03-02T21:38:01","modified_gmt":"2018-03-03T00:38:01","slug":"huruf-s-dalam-katakana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/familia-do-s-em-katakana\/","title":{"rendered":"Keluarga S dalam huruf katakana"},"content":{"rendered":"<p><em>Mengenal\u00a0<strong>keluarga huruf S dalam katakana<\/strong> dan urutan goresan dalam tulisan Anda!<\/em><\/p>\n<h2>Keluarga S dalam huruf katakana<\/h2>\n<p>\u30b5 = SA<br \/>\nSimbol SA mengingatkan saya pada sebuah kisah kuno tentang Raja Salomo. Konon, dua wanita bertengkar memperebutkan seorang anak. Masing-masing mengaku sebagai ibu dari bayi tersebut. Kemudian Salomo, yang tidak dapat menentukan siapa ibu kandungnya, memerintahkan salah seorang pengawalnya untuk membelah tubuh anak itu menjadi dua dan memberikan masing-masing setengah kepada kedua ibu tersebut. Ibu yang sebenarnya memohon kepada Salomo agar membiarkan anak itu hidup dan mengatakan bahwa ia lebih memilih melihat anak itu bersama ibu yang palsu. Salomo, setelah menyaksikan kejadian tersebut, memutuskan untuk menyerahkan anak itu kepada ibu yang sebenarnya, karena hanya cinta sejati seorang ibu yang akan menyerahkan anaknya ke pelukan orang lain agar bayi itu dapat hidup.<span id=\"more-19\"><\/span><\/p>\n<p>Perhatikan bahwa dua baris pertama merupakan bagian dari pedang, sedangkan baris terakhir menggambarkan anak yang terbelah menjadi dua bagian. Berkat kasih sayang seorang ibu yang sejati, anak itu tetap utuh.<\/p>\n<p class=\"align-center\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1302 size-full\" title=\"Urutan goresan huruf katakana &quot;sa&quot;\" src=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/katakana-sa-ordem-dos-tracos.jpg\" alt=\"Urutan goresan huruf katakana &quot;sa&quot;\" width=\"285\" height=\"85\" \/><\/p>\n<p>\u30b7 = SHI<br \/>\nSHI adalah suara yang ditimbulkan oleh tetesan hujan saat jatuh di lereng.<\/p>\n<p class=\"align-center\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1303 size-full\" title=\"Urutan huruf katakana shi\" src=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/katakana-shi-ordem-dos-tracos.jpg\" alt=\"Urutan huruf katakana shi\" width=\"281\" height=\"89\" \/><\/p>\n<p>\u30b9 = SU<br \/>\nSimbol SU adalah seorang pria tanpa kepala yang sedang berlari. Karena terlalu banyak berlari, ia menjadi sangat berkeringat.<\/p>\n<p class=\"align-center\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1304 size-full\" title=\"Urutan goresan huruf katakana su\" src=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/katakana-su-ordem-dos-tracos.jpg\" alt=\"Urutan goresan huruf katakana su\" width=\"178\" height=\"75\" \/><\/p>\n<p><!--Ads6--><br \/>\n\u30bb = SE<br \/>\nSama seperti hiragana SE \u305b, katakana adalah teknik melilitkan syal sutra, tetapi alih-alih menggunakan pedang, katakana menggunakan kait.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1305 size-full\" title=\"Urutan huruf katakana adalah\" src=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/katakana-se-ordem-dos-tracos.jpg\" alt=\"Urutan huruf katakana adalah\" width=\"190\" height=\"75\" \/><br \/>\n\u30bd = SO<br \/>\nSO adalah seorang siklop yang sedang tersenyum. Makhluk mitologi Yunani yang hanya memiliki satu mata itu.<\/p>\n<p class=\"align-center\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1306 size-full\" title=\"Urutan goresan huruf katakana &quot;so&quot;\" src=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/katakana-so-ordem-dos-tracos.jpg\" alt=\"Urutan goresan huruf katakana &quot;so&quot;\" width=\"184\" height=\"78\" \/><\/p>\n<h2>Latihan kaligrafi Jepang<\/h2>\n<p>Pilih opsi\u00a0<a href=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/alfabet-jepang-hiragana-e-katakana\/\">simbol-simbol alfabet Jepang<\/a>\u00a0dan klik tombol Hasilkan di bagian\u00a0<a href=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/di-3\/imprimir-para-treinar-kanas-e-kanjis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Lembar kerja latihan Kana dan Kanji<\/a>\u00a0. Jendela baru akan terbuka dengan file yang dapat dicetak. Kemudian yang harus Anda lakukan adalah mencetaknya, tutupi simbol katakana abu-abu dan kemudian cobalah menulisnya sendiri. Cukup cetak dan berlatihlah!<\/p>\n<table style=\"height: 45px\" border=\"0\" width=\"398\" cellspacing=\"2\" cellpadding=\"2\">\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"left\" valign=\"middle\">\u30b5<\/td>\n<td align=\"left\" valign=\"middle\">\u30b7<\/td>\n<td align=\"left\" valign=\"middle\">\u30b9<\/td>\n<td align=\"left\" valign=\"middle\">\u30bb<\/td>\n<td align=\"left\" valign=\"middle\">\u30bd<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelajari tentang keluarga S dalam huruf katakana dan urutan goresan dalam tulisan Anda! Keluarga S dalam katakana \u30b5 = SA Simbol SA mengingatkan saya pada cerita lama tentang Raja Salomo.<\/p>","protected":false},"author":18,"featured_media":1309,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[46,48],"tags":[16,52],"class_list":["post-1301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-alfabeto-japones","category-alfabeto-japones-katakana","tag-alfabeto-japones","tag-katakana","resize-featured-image"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1301"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1301\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}