{"id":223,"date":"2015-03-11T19:59:44","date_gmt":"2015-03-11T22:59:44","guid":{"rendered":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/?p=223"},"modified":"2026-08-08T21:35:01","modified_gmt":"2026-08-09T00:35:01","slug":"sistem-penulisan-bahasa-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/sistemas-de-escrita-japonesa\/","title":{"rendered":"Cara membaca teks dalam bahasa Jepang: huruf, arah bacaan, dan tanda baca"},"content":{"rendered":"<p>Untuk membaca teks bahasa Jepang, tidak cukup hanya mengenali hiragana, katakana, dan kanji secara terpisah. Kita perlu memahami bagaimana aksara-aksara ini bergantian, di mana sebuah kata mungkin berakhir, apa arah bacaannya, dan bagaimana tanda baca mengatur kalimat.<\/p>\n\n<p>Kombinasi ini tampak membingungkan pada awalnya, tetapi berfungsi seperti peta visual. Kanji biasanya menonjolkan inti makna; hiragana mengungkapkan partikel dan akhiran; katakana menandai kata serapan, nama asing, dan penggunaan khusus lainnya. Pergantian aksara membantu pembaca mengelompokkan teks yang biasanya tidak memisahkan setiap kata dengan spasi.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignright\"><img decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"200\" src=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Sistemas_escritas_japonesas-300x200.jpg\" alt=\"Sistem penulisan bahasa Jepang\" class=\"wp-image-239\" srcset=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Sistemas_escritas_japonesas-300x200.jpg 300w, https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Sistemas_escritas_japonesas.jpg 400w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<h2>Apa yang perlu Anda perhatikan dalam teks bahasa Jepang<\/h2>\n\n<p>Pembacaan awal dapat dibagi menjadi empat pertanyaan:<\/p>\n\n<ol>\n  <li><strong>Jenis aksara apa saja yang muncul?<\/strong> Identifikasi kanji, hiragana, dan katakana sebelum mencoba menerjemahkan.<\/li>\n  <li><strong>Di mana unit-unit kalimat berada?<\/strong> Perhatikan partikel, infleksi, dan perubahan aksara untuk menemukan batas-batas yang mungkin.<\/li>\n  <li><strong>Ke arah mana teks berjalan?<\/strong> Pastikan apakah susunannya horizontal atau vertikal.<\/li>\n  <li><strong>Tanda apa saja yang mengatur pembacaan?<\/strong> Titik, koma, tanda kutip, dan tanda kurung membantu memisahkan ide, ucapan, dan informasi tambahan.<\/li>\n<\/ol>\n\n<p>Artikel ini menyajikan cara kerja gabungan elemen-elemen ini. Untuk mengenal setiap sistem secara terpisah, lihat ikhtisar <a href=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/pengenalan-alfabet-jepang\/\">alfabet Jepang dengan hiragana, katakana, dan kanji<\/a>.<\/p>\n\n<h2>Bagaimana hiragana, katakana, dan kanji membagi tugas<\/h2>\n\n<p>Bahasa Jepang modern menggunakan berbagai jenis karakter dalam teks yang sama. <a href=\"https:\/\/kotoba.ninjal.ac.jp\/qa\/yokuaru\/qa-155\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Institut Nasional Bahasa Jepang<\/a> menyajikan kanji, hiragana, katakana, dan huruf Romawi sebagai aksara yang dapat hidup berdampingan dalam bahasa tersebut. Ini tidak berarti semuanya memiliki fungsi yang sama.<\/p>\n\n<ul>\n  <li><strong>Kanji:<\/strong> muncul di banyak dasar kata benda, kata kerja, dan kata sifat serta membantu mengenali makna.<\/li>\n  <li><strong>Hiragana:<\/strong> mencatat partikel, akhiran infleksi, berbagai kata, dan pembacaan bantu.<\/li>\n  <li><strong>Katakana:<\/strong> sering digunakan dalam kata serapan, nama asing, istilah teknis, onomatope, dan efek grafis.<\/li>\n  <li><strong>R\u014dmaji:<\/strong> muncul dalam singkatan, merek, nama, rambu, dan konteks yang ditujukan untuk transkripsi, tetapi tidak menggantikan tulisan Jepang biasa.<\/li>\n<\/ul>\n\n<p>Ini adalah tren, bukan kotak absolut. Sebuah kata dapat muncul dengan ejaan lain sesuai konvensi, audiens, atau efek gaya. Panduan tentang <a href=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/cara-menggunakan-alfabet-jepang\/\">kapan menggunakan hiragana, katakana, dan kanji<\/a> memperdalam pilihan-pilihan ini tanpa membingungkannya dengan tugas membaca teks utuh.<\/p>\n\n<h2>Sebuah kalimat bahasa Jepang yang dianalisis per bagian<\/h2>\n\n<blockquote>\n  <p>\u79c1\u306f\u30b3\u30fc\u30d2\u30fc\u3092\u98f2\u307f\u307e\u3059\u3002<\/p>\n  <p>\u308f\u305f\u3057\u306f\u30b3\u30fc\u30d2\u30fc\u3092\u306e\u307f\u307e\u3059\u3002<\/p>\n  <p><em>Watashi wa k\u014dh\u012b o nomimasu.<\/em><\/p>\n  <p>Saya minum kopi.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n<p>Kalimat tersebut tidak mengandung spasi, tetapi fungsi-fungsi membantu melihat blok-bloknya:<\/p>\n\n<ul>\n  <li><strong>\u79c1<\/strong> (<em>watashi<\/em>) adalah \u201csaya\u201d dan muncul dalam kanji;<\/li>\n  <li><strong>\u306f<\/strong> menandai topik dan berada dalam hiragana;<\/li>\n  <li><strong>\u30b3\u30fc\u30d2\u30fc<\/strong> (<em>k\u014dh\u012b<\/em>) adalah \u201ckopi\u201d dan muncul dalam katakana;<\/li>\n  <li><strong>\u3092<\/strong> menandai objek langsung dan berada dalam hiragana;<\/li>\n  <li><strong>\u98f2<\/strong> membawa dasar leksikal dari \u201cminum\u201d, sementara <strong>\u307f\u307e\u3059<\/strong> menunjukkan akhiran kata kerja;<\/li>\n  <li><strong>\u3002<\/strong> mengakhiri kalimat.<\/li>\n<\/ul>\n\n<p>Pergantian antara kanji dan kana menciptakan petunjuk visual. Alih-alih mencari terjemahan kata demi kata segera, identifikasi dulu partikel dan kata kerjanya. Itu <a href=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/urutan-kata-dalam-bahasa-jepang\/\">urutan kata dalam bahasa Jepang<\/a> membantu memahami mengapa kata kerja biasanya muncul di dekat akhir.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"500\" height=\"200\" src=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/sistema_escrita_japonesa.jpg\" alt=\"Sistem penulisan bahasa Jepang\" class=\"wp-image-237\" title=\"Sistem penulisan bahasa Jepang\" srcset=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/sistema_escrita_japonesa.jpg 500w, https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/sistema_escrita_japonesa-300x120.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<h2>Mengapa bahasa Jepang biasanya tidak menggunakan spasi<\/h2>\n\n<p>Dalam teks bahasa Jepang penggunaan umum, kata-kata biasanya muncul berurutan, tanpa pemisahan grafis teratur yang ditemukan dalam bahasa Portugis. Materi dari <a href=\"https:\/\/kotoba.ninjal.ac.jp\/digest\/13-2\/d-13-06\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Institut Nasional Bahasa Jepang tentang analisis morfologis<\/a> menjelaskan bahwa bahasa Jepang biasanya tidak menggunakan penulisan yang dipisahkan oleh spasi dan menunjukkan bagaimana urutan yang sama dapat memerlukan analisis untuk dibagi menjadi kata-kata.<\/p>\n\n<p>Pembaca tidak bergantung pada satu petunjuk saja. Kanji, kana, partikel, akhiran, kosakata, dan struktur gramatika bekerja sama. Dalam \u5b66\u6821\u3067\u65e5\u672c\u8a9e\u3092\u52c9\u5f37\u3057\u307e\u3059, misalnya, \u3067 dan \u3092 membantu menandai hubungan, sementara blok kanji menyoroti \u5b66\u6821, \u65e5\u672c\u8a9e, dan \u52c9\u5f37.<\/p>\n\n<p>Spasi masih dapat muncul di materi anak-anak, sumber belajar, teks terjemahan, judul, antarmuka, atau karena keputusan desain. Oleh karena itu, aturan praktisnya bukanlah \u201cbahasa Jepang tidak pernah menggunakan spasi\u201d, melainkan \u201ctulisan Jepang umum tidak memisahkan setiap kata secara sistematis dengan spasi\u201d.<\/p>\n\n<h2>Cara membaca teks horizontal dan vertikal<\/h2>\n\n<p>Bahasa Jepang dapat disusun secara horizontal atau vertikal. Dalam format horizontal modern, yang disebut <em>yokogaki<\/em> (\u6a2a\u66f8\u304d), baris biasanya berjalan dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. Ini adalah format yang dominan di situs web, aplikasi, materi teknis, dan sebagian besar konten digital.<\/p>\n\n<p>Dalam format vertikal, yang disebut <em>tategaki<\/em> (\u7e26\u66f8\u304d), karakter turun dalam kolom dan kolom berikutnya berada di kiri. Dengan demikian, pembacaan dimulai dari kolom paling kanan dan berlanjut ke kiri. Format ini tetap umum dalam novel, surat kabar, manga, sastra, dan desain grafis tradisional, meskipun setiap publikasi dapat menggabungkan elemen.<\/p>\n\n<p>Angka, huruf Latin, dan tanda dapat berubah orientasi sesuai dengan desain tipografi. Alih-alih memutar halaman secara mental, carilah blok pertama, perhatikan perataan karakter, dan ikuti arah baris atau kolom. Artikel tentang <a href=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/gaya-penulisan-jepang\/\">tulisan Jepang vertikal dan horizontal<\/a> membahas lebih dalam kedua format tersebut.<\/p>\n\n<h2>Tanda baca yang paling penting<\/h2>\n\n<p>Tanda baca Jepang membantu mengatur pembacaan, tetapi tidak selalu sesuai dengan padanan langsung dengan tanda dalam bahasa Portugis.<\/p>\n\n<ul>\n  <li><strong>\u3002<\/strong> (<em>kuten<\/em>) mengakhiri kalimat.<\/li>\n  <li><strong>\u3001<\/strong> (<em>t\u014dten<\/em>) menandai jeda dan hubungan internal, dengan penggunaan yang bergantung pada struktur dan gaya.<\/li>\n  <li><strong>\u300c \u300d<\/strong> biasanya membatasi ucapan, kutipan, atau penekanan.<\/li>\n  <li><strong>\u300e \u300f<\/strong> dapat muncul dalam kutipan di dalam kutipan dan dalam judul karya, sesuai dengan konteks editorial.<\/li>\n  <li><strong>\u30fb<\/strong> (<em>nakaguro<\/em>) dapat memisahkan item, nama asing, atau bagian dari enumerasi.<\/li>\n  <li><strong>\uff08 \uff09<\/strong> menambahkan informasi dalam kurung.<\/li>\n<\/ul>\n\n<p>Pedoman terkini dari <a href=\"https:\/\/www.bunka.go.jp\/seisaku\/bunkashingikai\/kokugo\/kokugo_kadai\/iinkai_48\/pdf\/93656601_04.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Badan Urusan Kebudayaan Jepang<\/a> mengadopsi \u3002 dan \u3001 sebagai standar dokumen publik, dengan kemungkinan koma gaya Barat dalam teks horizontal tertentu selama penggunaannya konsisten. Untuk melihat lebih banyak tanda dan contoh, lihat halaman tentang <a href=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/penilaian-teks-dalam-bahasa-jepang\/\">tanda baca teks bahasa Jepang<\/a>.<\/p>\n\n<h2>Bagaimana furigana membantu tanpa menggantikan kanji<\/h2>\n\n<p>Furigana adalah bacaan kecil, biasanya dalam hiragana, yang ditempatkan di samping kanji. Furigana muncul di materi pembelajaran, karya untuk pembaca muda, nama yang tidak umum, dan kata-kata yang pelafalannya mungkin tidak dapat diprediksi.<\/p>\n\n<p>Saat menemukan furigana, bacalah keseluruhan sebagai satu kata: kanji memberikan informasi grafis dan semantik; kana memberi tahu pelafalan yang dipilih dalam konteks tersebut. Ini berbeda dengan menerjemahkan setiap karakter secara terpisah.<\/p>\n\n<p>Tidak perlu mengetahui semua kanji sebelum mulai membaca. Tujuannya adalah memperluas pengenalan kata secara bertahap, menggunakan furigana, konteks, dan kamus sebagai pendukung. <a href=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/kanji\/\">panduan kanji bahasa Jepang<\/a> mengorganisir pembelajaran ini berdasarkan kosakata dan penggunaan.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><a href=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/sistema_escrita_japonesa_Kanji.jpg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"410\" src=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/sistema_escrita_japonesa_Kanji-1024x410.jpg\" alt=\"Sistem_penulisan_kanji_Jepang\" class=\"wp-image-240\" srcset=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/sistema_escrita_japonesa_Kanji-1024x410.jpg 1024w, https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/sistema_escrita_japonesa_Kanji-300x120.jpg 300w, https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/sistema_escrita_japonesa_Kanji.jpg 1150w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h2>Metode lima langkah untuk memulai membaca<\/h2>\n\n<ol>\n  <li><strong>Konfirmasi arah.<\/strong> Periksa apakah teks dalam baris horizontal atau kolom vertikal.<\/li>\n  <li><strong>Temukan tanda baca.<\/strong> Bagi bagian menjadi kalimat yang lebih pendek sebelum menganalisis detail.<\/li>\n  <li><strong>Tandai partikel dan akhiran.<\/strong> Hiragana seperti \u306f, \u304c, \u3092, \u306b, dan \u3067 mengungkapkan hubungan penting.<\/li>\n  <li><strong>Cari kata yang dikenal.<\/strong> Gunakan perubahan antara kanji, hiragana, dan katakana sebagai petunjuk, tanpa berasumsi bahwa setiap perubahan menciptakan batas yang sempurna.<\/li>\n  <li><strong>Konfirmasi dalam konteks.<\/strong> Periksa pelafalan dan arti seluruh kata; lalu baca ulang kalimat tanpa bergantung pada r\u014dmaji.<\/li>\n<\/ol>\n\n<p>Japan Foundation merekomendasikan mempelajari karakter yang terkait dengan kata yang sudah dikenal, memperlakukan tulisan sebagai bagian dari kosakata. Panduan ini muncul di <a href=\"https:\/\/marugoto.jpf.go.jp\/en\/teacher\/qateaching\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">pedoman pedagogis Marugoto<\/a> dan menghindari menghafal simbol tanpa konteks.<\/p>\n\n<h2>Kesalahan yang membuat membaca lebih sulit<\/h2>\n\n<ul>\n  <li><strong>Menggunakan r\u014dmaji sebagai tahap permanen:<\/strong> r\u014dmaji dapat mendukung awal, tetapi menyembunyikan petunjuk yang ada dalam tulisan asli.<\/li>\n  <li><strong>Tentar traduzir antes de segmentar:<\/strong> primeiro identifique frase, part\u00edculas e verbo; depois procure equival\u00eancias naturais.<\/li>\n  <li><strong>Supor que todo kanji \u00e9 uma palavra isolada:<\/strong> muitos caracteres participam de compostos ou recebem termina\u00e7\u00f5es em hiragana.<\/li>\n  <li><strong>Ignorar o katakana:<\/strong> empr\u00e9stimos, nomes e termos t\u00e9cnicos podem carregar a informa\u00e7\u00e3o central do trecho.<\/li>\n  <li><strong>Aplicar regras absolutas:<\/strong> grafia, pontua\u00e7\u00e3o e apresenta\u00e7\u00e3o variam conforme g\u00eanero, p\u00fablico e estilo editorial.<\/li>\n<\/ul>\n\n<p>Para consolidar as formas b\u00e1sicas antes de ler textos maiores, use a <a href=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/alfabet-jepang-hiragana-e-katakana\/\">tabel hiragana dan katakana<\/a>. A hist\u00f3ria de como essa escrita se formou est\u00e1 no artigo sobre a <a href=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/asal-alfabet-jepang\/\">Asal usul alfabet Jepang<\/a>.<\/p>\n\n<h2>O que praticar na pr\u00f3xima leitura<\/h2>\n\n<p>Escolha uma frase curta e fa\u00e7a duas leituras. Na primeira, n\u00e3o traduza: identifique dire\u00e7\u00e3o, pontua\u00e7\u00e3o, tipos de escrita, part\u00edculas e poss\u00edveis blocos. Na segunda, confirme o vocabul\u00e1rio e reconstrua o sentido natural.<\/p>\n\n<p>Com a pr\u00e1tica, um texto deixa de parecer uma sequ\u00eancia cont\u00ednua de s\u00edmbolos. A combina\u00e7\u00e3o de kanji, hiragana, katakana, sinais e estrutura passa a orientar os olhos \u2014 exatamente o que permite ler sem depender de espa\u00e7os entre todas as palavras.<\/p>\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list\">\n<div id=\"faq-question-f60996fa35b1d\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question\">Apakah bahasa Jepang menggunakan spasi di antara kata-kata?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer\">\n\n<p>Teks Jepang umum tidak secara sistematis memisahkan setiap kata dengan spasi. Pembaca menggunakan kanji, kana, partikel, akhiran, kosakata, dan tata bahasa untuk mengenali blok-blok tersebut. Spasi dapat muncul dalam materi pengajaran, materi anak-anak, atau karena pilihan grafis.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-02bf663889012\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question\">Apakah bahasa Jepang dibaca dari kanan ke kiri?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer\">\n\n<p>Tergantung pada orientasinya. Dalam teks horizontal modern, pembacaan biasanya dari kiri ke kanan. Dalam teks vertikal, karakter turun dalam kolom dan pembacaan berlanjut dari kolom kanan ke kiri.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-e3eb5b85b4b2f\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question\">Mengapa hiragana, katakana, dan kanji muncul dalam kalimat yang sama?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer\">\n\n<p>Karena mereka menjalankan fungsi yang saling melengkapi. Kanji menonjolkan banyak inti makna, hiragana menunjukkan elemen tata bahasa dan infleksi, dan katakana umum digunakan untuk kata serapan, nama asing, dan penggunaan khusus lainnya.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-4d755e4a25475\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question\">Apakah perlu mengetahui semua kanji untuk mulai membaca?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer\">\n\n<p>Tidak. Anda bisa mulai dengan kalimat pendek dan memperluas kosakata secara bertahap. Furigana, konteks, dan kamus membantu memastikan cara baca, tetapi idealnya belajar kanji dalam kata-kata nyata.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-8c3dae7400774\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question\">Apakah R\u014dmaji merupakan bagian dari tulisan Jepang?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer\">\n\n<p>Huruf Romawi muncul dalam transkripsi, singkatan, nama, merek, dan rambu. Huruf-huruf ini dapat membantu pemula, tetapi tidak menggantikan sistem campuran kanji dan kana yang biasanya digunakan dalam teks bahasa Jepang.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelajari cara mengenali jenis-jenis huruf, batas-batas kata, arah penulisan, dan tanda baca agar dapat mulai membaca teks dalam bahasa Jepang.<\/p>","protected":false},"author":18,"featured_media":239,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2,3],"class_list":["post-223","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-japones","tag-idioma-japones","tag-nihongo","resize-featured-image"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/223","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=223"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/223\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4395,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/223\/revisions\/4395"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/239"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}