{"id":2734,"date":"2010-01-08T09:00:00","date_gmt":"2010-01-08T11:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/?p=2734"},"modified":"2021-12-03T15:24:29","modified_gmt":"2021-12-03T18:24:29","slug":"kalender-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/calendario-japones\/","title":{"rendered":"Kalender Jepang"},"content":{"rendered":"<div class=\"70e2abfdd93e3087e927d9c3a45bcce4\" data-index=\"2\" style=\"float: none; margin:0px;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0652292147574552\"\r\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<!-- Ads responsivo Inicio Post CAJap -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-0652292147574552\"\r\n     data-ad-slot=\"3298668993\"\r\n     data-ad-format=\"auto\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">O&nbsp;<strong>Kalender Jepang<\/strong>Dalam bentuk aslinya, kalender ini tidak menghitung tahun seperti kalender Gregorian. <\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignright size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"175\" height=\"135\" src=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/calendario-japones-1.gif\" alt=\"Kalender Jepang\" class=\"wp-image-2738\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalender tradisional Jepang didasarkan pada era, di mana penghitungan dimulai kembali setiap kali satu era berakhir dan era lainnya dimulai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini, kalender yang paling umum digunakan di Jepang adalah kalender <a href=\"https:\/\/brasil.elpais.com\/brasil\/2016\/10\/04\/actualidad\/1475532151_621324.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kalender Gregorian<\/a>Ia menghitung hari, bulan, dan tahun dengan cara yang sama seperti yang kita lakukan di Brasil dan banyak negara Barat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun demikian, banyak kantor pendaftaran publik dan kantor notaris masih menggunakan kalender tradisional, sehingga memaksa orang untuk mengetahui dan menggunakan kalender tradisional Jepang dan kalender Gregorian.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"240\" height=\"222\" src=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/calendario-japones-do-windows.jpg\" alt=\"Kalender jendela Jepang\" class=\"wp-image-2735\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kalender tradisional Jepang<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak seperti yang biasa kita gunakan, kalender tradisional Jepang tidak menghitung tahun seperti kalender kita. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menghitung tahun berdasarkan periode waktu yang ditandai oleh peristiwa-peristiwa besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di masa lalu, peristiwa ini bisa berupa sesuatu yang penting, seperti kelahiran seseorang yang penting bagi Jepang, revolusi ekonomi, atau kematian seseorang yang terkenal. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Faktanya adalah ketika sebuah era dimulai, penghitungan tahun dimulai lagi dan terus menghitung tahun sampai era baru muncul.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seiring berjalannya waktu, \"era\" dalam kalender Jepang ini hanya menandai awal dan akhir masa pemerintahan setiap kaisar Jepang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, ketika seorang kaisar naik takhta, sebuah era baru dimulai, dan ketika dia meninggal, era yang sekarang berakhir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut bentuk kalender ini, tahun 2010 bertepatan dengan tahun ke-21 dari era&nbsp;<acronym title=\"heisei\">\u5e73\u6210<\/acronym>Sekarang sudah 21 tahun sejak Kaisar Akihito naik takhta Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda penasaran, di bawah ini adalah daftar <a href=\"https:\/\/pt.wikipedia.org\/wiki\/Eras_do_Jap%C3%A3o\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">era yang lebih baru<\/a>:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><th>Era<\/th><th>Nama era<\/th><th>Periode<\/th><th>Kaisar<\/th><\/tr><tr><td>\u660e\u6cbb<\/td><td>Itu adalah <strong>Meiji<\/strong><\/td><td>1868 hingga 1912<\/td><td>Kaisar Mutsuhito<\/td><\/tr><tr><td>\u5927\u6b63<\/td><td>Itu adalah <strong>Taishou<\/strong><\/td><td>1912 hingga 1926<\/td><td>Kaisar Yoshihito<\/td><\/tr><tr><td>\u662d\u548c<\/td><td>Itu adalah <strong>Shouwa<\/strong><\/td><td>1926 hingga 1989<\/td><td>Kaisar Hirohito<\/td><\/tr><tr><td>\u5e73\u6210<\/td><td>Itu adalah <strong>Heisei<\/strong><\/td><td>1989 hingga 2019<\/td><td>Kaisar Akihito<\/td><\/tr><tr><td>\u4ee4\u548c<\/td><td>Itu adalah <strong>Reiwa<\/strong><\/td><td>2019 - sekarang<\/td><td>Kaisar Reiwa<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kami mengatakan bahwa siapa pun yang lahir dalam suatu era dalam kalender Jepang, maka ia lahir pada tahun era tersebut. Sebagai contoh, saya lahir pada tahun ke-55 era Shouwa, yaitu tahun 1981.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana dengan kalender Barat?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena pengaruh Barat, orang Jepang mulai menggunakan sistem penghitungan Gregorian bersama dengan banyak simbol Jepang yang digunakan untuk mewakili&nbsp;<a href=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/hari-dalam-seminggu-dalam-bahasa-jepang\/\">hari dalam seminggu dalam bahasa Jepang<\/a>,&nbsp;<a href=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/bulan-bulan-dalam-setahun-di-jepang\/\">bulan-bulan dalam setahun dalam bahasa Jepang<\/a>&nbsp;dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/cara-menulis-tahun-dalam-bahasa-jepang\/\">tahun dalam bahasa Jepang<\/a>&nbsp;itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal yang paling menarik adalah angka-angka di kalender Jepang biasanya ditulis dengan simbol Indo-Arab (angka yang sama dengan yang kita gunakan), bukan&nbsp;<a href=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/numeros-em-japones-de-1-ao-20\/\">angka dalam bahasa Jepang<\/a>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena campuran dari&nbsp;<a href=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/simbol-simbol-jouyou-kanji-dalam-bahasa-jepang\/\">Simbol Jepang<\/a>angka Indo-Arab dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/penghitung-untuk-menghitung-dalam-bahasa-jepang\/\">Akuntan Jepang<\/a>Campuran kalender Jepang dan kalender Gregorian diciptakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya, ini&nbsp;<em>Kalender Jepang-Gregorian<\/em>&nbsp;adalah kalender yang diadopsi oleh orang Jepang dalam kehidupan sehari-hari mereka, tetapi badan-badan publik dan dokumen resmi hanya menerima tanggal yang ditulis berdasarkan kalender tradisional, sehingga memaksa kedua sistem penghitungan tersebut untuk hidup berdampingan.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalender Jepang, dalam bentuk aslinya, tidak menghitung tahun seperti kalender Masehi. Kalender tradisional Jepang didasarkan pada era, di mana penghitungan dimulai kembali setiap kali satu era berakhir dan era lainnya dimulai.<\/p>","protected":false},"author":18,"featured_media":2740,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[94],"tags":[97,98],"class_list":["post-2734","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cultura-japonesa","tag-calendario-japones","tag-windows","resize-featured-image"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2734","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2734"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2734\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2734"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2734"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/comoaprenderjapones.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2734"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}