Seperti yang mungkin sudah diketahui banyak orang, origami adalah bentuk seni yang diciptakan dan dikembangkan oleh budaya Jepang.
Karena sangat indah dan mudah dipelajari—setidaknya origami yang paling dasar—seni ini telah menyebar ke seluruh dunia dan mendapatkan penggemar di berbagai penjuru planet ini.
Saya sendiri sudah berkali-kali terpesona oleh jenis karya ini dan bahkan pernah mencobanya ketika masih muda.
Seiring berjalannya waktu, akhirnya aku meninggalkan origami dan melupakan hal-hal yang dulu bisa kulakukan.
Hari ini, dengan artikel yang disarankan oleh pembaca ini Hitsugaya Kaoro, saya dapat mengenang kenangan indah seputar origami dan membagikannya kepada para pembaca Bahasa Jepang, sesuatu di luar bahasa Jepang.
Ringkasan Artikel
Apa itu Origami?
Origami dalam budaya Jepang
Sejarah
Karena saya menemukan banyak informasi mengenai hal ini di internet, saya memutuskan untuk membagi artikel ini menjadi dua bagian. Tujuannya adalah agar pembaca dapat menikmati bacaan ini dengan lebih nyaman dan tidak terlalu melelahkan.
Arahkan kursor mouse ke atas kanji-kanji tersebut untuk melihat pengucapan dan artinya.
Apa itu origami?
Secara singkat, origami adalah seni melipat kertas dari Jepang.
Tujuannya adalah membuat berbagai macam benda atau hewan dari selembar kertas persegi tanpa perlu memotongnya.
Meskipun demikian, seni origami sangat fleksibel, sehingga memungkinkan pemotongan dan penyambungan potongan-potongan kertas untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Penggunaan kertas dengan bentuk selain persegi juga diperbolehkan.
Bagi para pecinta bahasa Jepang, kata origami terbentuk dari dua kata lain dalam bahasa Jepang lipatan e 紙.
Karena cara membaca kanji bisa berubah-ubah, kata 折り紙 akhirnya dibaca sebagai origami.

Origami dan budaya Jepang
Hubungan antara origami dan budaya Jepang merupakan hal yang sangat sederhana sekaligus menarik. Konon, jika seseorang berhasil membuat seribu origami, permohonannya akan terkabul.
Menurut saya, hal ini pada akhirnya menjadi faktor pendorong lain bagi penyebaran dan pengembangan teknik-teknik baru, selain kesenangan tentunya.
Singkatnya, begini ceritanya
Di hampir semua sumber yang saya telusuri di internet, saya tidak menemukan tanggal pasti mengenai awal mula seni ini.
Namun, sebagian besar orang sepakat bahwa origami mulai muncul pada masa Edo di Jepang, yang berlangsung antara tahun 1603 dan 1867.
Bagi para praktisi pemula, masalah utamanya adalah kertas, karena benda tersebut mahal dan sulit ditemukan.
Namun, seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan menemukan cara-cara yang lebih sederhana untuk memproduksi lembaran kertas, sehingga harga kertas pun menjadi jauh lebih terjangkau.
Pada masa-masa seperti ini, teknik-teknik tersebut diwariskan dari generasi ke generasi dalam keluarga-keluarga Jepang.
Fakta ini akhirnya menjadikan seni origami sebagai warisan budaya di kalangan masyarakat Jepang.
Berdasarkan hasil penelitian saya, baru pada tahun 1845, terbitlah yang pertama buku yang berisi berbagai model tentang origami, yang menunjukkan langkah demi langkah bagaimana setiap bagian dilipat dan dibuat.
Dengan demikian, seni origami menjadi semakin populer di Jepang, dan diadopsi sebagai kegiatan rekreasi oleh masyarakat Jepang.
Dalam artikel berikutnya, Berbagai Aspek Origami, kita akan menemukan lebih banyak lagi informasi mengenai berbagai teknik, para ahli di bidangnya, serta di mana kita bisa mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai seni melipat kertas Jepang.
Sampai jumpa lagi.
Kredit gambar milik David Yu.