Gaya penulisan bahasa Jepang

Iklan

Mengenal gaya penulisan dalam bahasa Jepang dan yang paling sering digunakan!

Gaya penulisan bahasa Jepang

Banyak pelajar bahasa Jepang mengalami kesulitan saat membaca teks dalam bahasa Jepang yang sebenarnya. Masalah utamanya bukan hanya mempelajari kanji dari teks tersebut, tetapi juga memahami gaya penulisan bahasa Jepang serta petunjuk mengenai di mana teks dalam bahasa Jepang dimulai dan diakhiri.

Iklan

Bagaimana cara kerja sistem penulisan bahasa Jepang

Seperti yang mungkin sudah diketahui oleh banyak pembaca, teks dalam bahasa Jepang dapat ditemukan dalam dua gaya: gaya vertikal dan gaya horizontal.

Gaya penulisan vertikal Jepang

Ini adalah bentuk penulisan bahasa Jepang yang paling tradisional, yang juga dikenal sebagai Penulisan vertikal. Dalam bahasa tersebut, teks-teks ditulis dalam kolom-kolom, dibaca dari atas ke bawah dan dari kanan ke kiri.

Gaya penulisan vertikal Jepang (tategaki)

Meskipun merupakan gaya penulisan tradisional, gaya ini secara bertahap mulai ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari di Jepang. Hal ini disebabkan oleh pengaruh Barat dan kemajuan teknologi, seperti komputer, ponsel, dan sebagainya.

Saat ini, gaya penulisan seperti ini lebih sering ditemui dalam beberapa buku, puisi, renungan, dan karya-karya yang lebih bersifat sastra.

Gaya penulisan horizontal Jepang

Yang juga dikenal sebagai cara menulis ala Barat, gaya penulisan horizontal ini didasarkan pada baris-baris. Oleh karena itu, kita perlu membaca teks jenis ini dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.

tulisan Jepang horizontal

Berkat kemajuan teknologi dan pengaruh Barat, Kementerian Pendidikan Jepang telah mengadopsi gaya penulisan ini sebagai standar dalam buku-buku teknis atau buku-buku yang lebih berfokus pada bidang pendidikan.

Beberapa kesulitan dalam membaca teks berbahasa Jepang

Kesulitan utama dalam membaca teks berbahasa Jepang berkisar dari pengetahuan yang diperlukan tentang kanji serta alfabet-alfabet Jepang, mulai dari gaya penulisan Jepang hingga pengetahuan tentang tanda baca yang digunakan dalam teks-teks berbahasa Jepang, yang dapat memberikan petunjuk mengenai cara yang benar dalam membaca teks-teks tersebut.

Dalam materi iklan, di mana ruang untuk konten semakin dicari, orang Jepang akhirnya mengadopsi kedua gaya penulisan bahasa Jepang tersebut. Karena itu, sudah menjadi hal yang umum menemukan kedua gaya penulisan tersebut bercampur dalam satu teks yang sama, baik di situs web, surat kabar, televisi, maupun di berbagai tempat lainnya.

Selain itu, di Tulisan Jepang, tidak ada huruf besar dan kecil, apalagi aturan kapitalisasi huruf seperti yang kita kenal. Huruf besar yang menandai awal sebuah paragraf itu.

Oleh karena itu, awal sebuah paragraf dalam bahasa Jepang dapat ditandai dengan spasi (indentasi atau penarikan teks), yang membuat kolom atau baris tersebut sedikit lebih masuk ke dalam teks, atau dengan baris dan kolom kosong, sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang Barat dalam banyak buku dan teks cetak.

Iklan