です (desu) adalah bentuk sopan yang digunakan di akhir banyak kalimat bahasa Jepang. Dalam bahasa Indonesia, kata ini bisa muncul dalam terjemahan sebagai “adalah”, “berada”, “saya” atau “mereka”, tetapi tidak berfungsi seperti kata kerja “adalah” yang bisa diletakkan di kalimat mana pun. Peran です tergantung pada jenis predikat yang mendahuluinya.
Aturan praktisnya adalah: gunakan です terutama setelah kata benda dan kata sifat な dalam kalimat sopan. Setelah kata sifat い, kata ini menambah kesopanan, sementara kata sifat itu sendiri mengekspresikan dan menginfleksikan keadaan. Dengan kata kerja, bentuk sopan biasanya berakhir dengan ます, bukan です.
Apa arti desu dalam bahasa Jepang?
です membantu membentuk predikat yang sopan. Bandingkan tiga jenis kalimat:
- 田中さんは先生です。
Tanaka-san wa sensei desu.
Tanaka adalah seorang guru. - この町は静かです。
Kono machi wa shizuka desu.
Kota ini tenang. - 今日は暑いです。
Kyō wa atsui desu.
Hari ini panas.
Pada kalimat pertama, 先生 adalah kata benda. Pada kalimat kedua, 静か adalah kata sifat な. Pada kalimat ketiga, 暑い adalah kata sifat い: kata ini sudah mengandung ide “sedang panas”, dan です membuat kalimat menjadi sopan.
Perbedaan ini menghindari penerjemahan setiap bagian secara mekanis. Untuk memahami bagaimana predikat mengatur kalimat, lihat panduan tentang cara membentuk kalimat dalam bahasa Jepang.
Desu bukanlah kata kerja “adalah” yang universal
Menyebut です sebagai “kata kerja adalah” dapat membantu dalam terjemahan pertama, tetapi menciptakan kesalahan ketika menjadi aturan mutlak. Kata ini tidak menggantikan semua penggunaan “adalah” dan “berada” dalam bahasa Indonesia, juga tidak boleh ditambahkan setelah kata kerja Jepang mana pun.
Kata kerja dalam bentuk sopan biasanya menggunakan ます:
- Benar: Setiap hari, saya belajar bahasa Jepang.
Mainichi, nihongo o benkyō shimasu.
Saya belajar bahasa Jepang setiap hari. - Salah: Setiap hari, saya belajar bahasa Jepang.
Juga tidak ada korespondensi tunggal antara “estar” dan です. Keberadaan, lokasi, tindakan yang sedang berlangsung, dan perubahan keadaan menggunakan struktur lain. Oleh karena itu, ada baiknya mempelajari dulu perbedaan antara kata benda, kata sifat, dan kata kerja dalam tata bahasa Jepang untuk pemula.
Bentuk sopan dengan kata benda dan kata sifat な
Bahasa Jepang terutama membedakan non-lampau e lampau. Non-lampau dapat menggambarkan masa kini, kebiasaan, atau situasi masa depan; konteks menunjukkan pembacaan yang tepat. Tabel tata bahasa Irodori menyajikan oposisi ini dan memisahkan kata benda, kata sifat, dan kata kerja.
| Nilai | Bentuk sopan | Contoh dengan kata benda |
|---|---|---|
| Non-lampau afirmatif | です | 今日は休みです。 Hari ini libur. |
| Non-lampau negatif | じゃないです じゃありません ではありません | 今日は休みじゃないです。 Hari ini tidak libur. |
| Afirmatif masa lalu | でした | 昨日は休みでした。 Kemarin libur. |
| Masa lalu yang negatif | じゃなかったです じゃありませんでした ではありませんでした | 昨日は休みじゃなかったです。 Kemarin tidak libur. |
じゃ umum dalam percakapan. では lebih sering muncul dalam tulisan dan konteks formal. Ini tidak membuat ではない “tidak digunakan”: pilihan bergantung pada register dan struktur. Materi awal Irodori mengonfirmasi bentuk negatif じゃないです e じゃありません dan menjelaskan preferensi では dalam tulisan.
Apa perbedaan antara desu dan da?
です termasuk gaya sopan; だ termasuk gaya sederhana. だ bukan sekadar pelafalan pendek dari です. Pergantian itu mengubah register kalimat dan harus cocok dengan situasi serta bagian lain dari ujaran.
| Nilai | Gaya sopan | Gaya sederhana |
|---|---|---|
| Non-lampau afirmatif | 学生です | 学生だ |
| Non-lampau negatif | 学生じゃないです | 学生じゃない |
| Afirmatif masa lalu | 学生でした | 学生だった |
| Masa lalu yang negatif | 学生じゃなかったです | 学生じゃなかった |
Dalam percakapan informal, akhiran だ dapat dihilangkan dalam kalimat tertentu, terutama pertanyaan pendek: 学生? (“Apakah (dia) pelajar?”). Ini tidak berarti だ e です dapat dipertukarkan dalam konteks apa pun. Tabel bentuk sederhana Japan Foundation mencatat だ/だった/じゃない/じゃなかった untuk kata benda dan kata sifat な.
Bagaimana desu bekerja dengan kata sifat い?
Kata sifat い berkonjugasi sendiri. Jangan hanya mengubah です di でした. Perubahannya terjadi pada kata sifat:
| Nilai | Bentuk | Terjemahan |
|---|---|---|
| Non-lampau afirmatif | 高いです takai desu | Mahal. |
| Non-lampau negatif | 高くないです takakunai desu | Tidak mahal. |
| Afirmatif masa lalu | 高かったです takakatta desu | Dulu mahal. |
| Masa lalu yang negatif | 高くなかったです takakunakatta desu | Dulu tidak mahal. |
Dengan demikian, 高いでした tidak benar. Untuk mendalami konjugasi ini, lihat cara menggunakan kata sifat dalam bahasa Jepang.
Bagaimana cara mengucapkan desu?
Bacaannya adalah desu. Dalam banyak variasi dan situasi bicara, vokal u akhir menjadi melemah atau tidak bersuara, membuat kata tersebut terdengar mirip dengan “des”. Ini tidak membenarkan menghilangkan bunyi secara paksa dalam semua situasi. Wilayah, usia, kecepatan, penekanan, dan tingkat formalitas dapat mengubah pengucapan. NINJAL menjelaskan variasi pengucapan dalam です・ます dan mengamati perbedaan regional dan generasional.
Bagaimana mengubah kalimat dengan desu menjadi pertanyaan?
Pada tuturan sopan, tambahkan か di akhir:
Apakah Tanaka seorang guru?
Tanaka-san wa sensei desu ka.
Tanaka adalah seorang profesor?
Apakah kota ini tenang?
Kono machi wa shizuka desu ka.
Apakah kota ini tenang?
Dalam tuturan informal, intonasi dan akhiran lainnya dapat membentuk pertanyaan tanpa か. Panduan tentang cara mengajukan pertanyaan dalam bahasa jepang menjelaskan perbedaan antara pertanyaan sopan dan informal.
Kesalahan umum dengan desu
- Menggunakan setelah kata kerja dalam bentuk kamus: lebih suka 行きます dalam gaya sopan, bukan 行くです.
- Membuat bentuk lampau dari kata sifat い seperti 高いでした: bentuk yang benar adalah 高かったです.
- Memperlakukan だ sebagai singkatan sopan: itu termasuk dalam gaya sederhana dan bisa terdengar terlalu langsung dalam hubungan tertentu.
- Menyatakan bahwa ではない tidak digunakan: bentuk itu tetap valid; じゃない hanya lebih percakapan.
- Selalu mengucapkan “des”: pengurangan u bervariasi; pertama pertahankan ritme dan dengarkan penutur dalam konteks yang berbeda.
Dialog singkat dengan desu
A: Apakah Tanaka seorang guru?
Tanaka-san wa sensei desu ka.
Tanaka adalah seorang profesor?
B: いいえ、先生じゃありません。会社員です。
Iie, sensei ja arimasen. Kaishain desu.
Tidak, bukan guru. Karyawan perusahaan.
A: 昨日も仕事でしたか。
Kinō mo shigoto deshita ka.
Apakah kemarin juga hari kerja?
B: いいえ、休みでした。
Iie, yasumi deshita.
Tidak, itu hari libur.
Latihan: pilih bentuk yang benar
- “Kemarin tenang”: 昨日は静か(です/でした)。
- “Hari ini bukan hari libur”: 今日は祝日(じゃないです/だった)。
- “Itu mahal”: 高いでした/高かったです。
- “Saya pergi ke Jepang” dengan gaya sopan: 日本へ行くです/日本へ行きます。
Jawaban: 1) でした, karena kalimatnya dalam bentuk lampau; 2) じゃないです, negatif sopan dalam bentuk non-lampau; 3) 高かったです, karena kata sifat い mendapat infleksi; 4) 日本へ行きます, karena kata kerja biasanya menggunakan ます dengan gaya yang sopan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa arti desu dalam bahasa Jepang?
です (desu) menandai kalimat sebagai sopan dan membantu membentuk predikat dengan kata benda dan kata sifat. Terjemahannya bisa “adalah”, “berada”, “saya” atau “mereka”, tetapi makna pastinya tergantung pada konteks dan elemen yang mendahuluinya.
Apakah desu adalah kata kerja 'menjadi' dalam bahasa Jepang?
Tidak secara universal. Terjemahan ini dapat membantu dalam kalimat sederhana, tetapi です tidak menggantikan semua penggunaan “ser” dan “estar”. Kata kerja Jepang biasanya menggunakan ます dalam gaya sopan, sementara kata benda dan kata sifat mengikuti pola mereka sendiri.
Apa perbedaan antara desu dan da?
です termasuk gaya sopan; だ termasuk gaya sederhana. Keduanya dapat menempati fungsi yang sesuai setelah kata benda dan kata sifat な, tetapi pilihan tersebut mengubah tingkat formalitas dan hubungan dengan lawan bicara. だ bukan sekadar singkatan dari です.
Bagaimana cara mengubah desu ke bentuk lampau dan negatif?
Dengan kata benda dan kata sifat na, gunakan でした untuk bentuk lampau afirmatif. Untuk negatif, bentuk umum meliputi じゃないです, じゃありません, dan ではありません; untuk lampau negatif, gunakan じゃなかったです, じゃありませんでした, atau ではありませんでした.
Bisakah saya menggunakan desu setelah kata kerja apa pun?
Tidak. Kata kerja dalam bentuk sopan biasanya berakhiran ます: misalnya, 行きます. Konstruksi 行くです tidak benar dalam bahasa Jepang standar. です dapat muncul setelah beberapa bentuk yang sudah berfungsi sebagai predikat, tetapi tidak menggantikan konjugasi kata kerja.
Langkah berikutnya: kenali jenis predikat
Sebelum memilih です, だ atau ます, identifikasi apakah inti kalimatnya adalah kata benda, kata sifat な, kata sifat い, atau kata kerja. Keputusan sederhana ini menghindari sebagian besar kesalahan dan menghubungkan topik ini dengan urutan kata dalam bahasa Jepang dan partikel yang menandai fungsi kelompok.